Sunday, June 22, 2014

Travelling..?

Palembang, 22 Juni 2014
“No one realizes how beautiful it is to travel until he comes home and rests his head on his old, familiar pillow.” – Lin Yutang
Sejak diputuskan untuk berlibur ke Lampung Selatan, tepatnya di Pulau Sebesi dan sekitarnya pada tanggal 15 Agustus nanti, gue lagi-lagi harus baca laporan perjalanan orang lain ke tempat itu. Ya, untuk berjaga-jaga tentunya. Belajar dari orang lain. Pahami bagaimana medan dan kondisi tempat yang dituju, bagaimana moda transortasinya, dan lain sebagainya.

Monday, June 9, 2014

Ngapain ke Luar Negeri Kalo Kita Punya yang Lebih Bagus..? :iloveindonesia

Ya. Sesuai judul, gue emang cinta Indonesia. Silahkan kalian mau bilang Indonesia itu jelek dan sebagainya, bagi gue, Indonesia itu indah. Yang bilang Indonesia itu jelek, itu kayak kodok dalem tempurung. Frontal, tapi emang gitu. Negara korup, penuh kolusi serta nepotisme. Ya, memang tepat disandingkan di negara ini. Tapi tetep, gak mengurangi rasa cinta dan bangga gue ke Indonesia.

Yang mendasari rasa cinta gue, dari sekian banyak faktor, adalah destinasi wisata yang beragam. Pernyataan gue keluar karena banyaknya temen gue yang jalan-jalan ke negeri seberang (Cth: Malaysia dan Singapura). Ngapain jalan-jalan cuman liat gedung-gedung tinggi terus belanja segala macem nambah-nambahin devisa negara lain..? Lagian, katanya gak mau kesenian kita diklaim tuh Malay, tapi kok tetap ke situ..?

Saturday, June 7, 2014

Sisi Baik Sebuah Rokok

Palembang, 7 Juni 2014

Sesuai judul, kali ini gue mau ngebahas tentang sisi baik dari sebuah rokok. Ya, sisi baik. Sebelum membaca lebih lanjut, jika ada yang tidak setuju, silahkan tutup artikel ini, dan ganti artikel lain di direktori. Jika kalian masih ingin bilang "Tau gak dampak buruk rokok..? Bla bla bla bla." dan sejenisnya yang membicarakan dampak buruk rokok, silahkan tutup artikel ini, dan cari artikel lain.

Thursday, June 5, 2014

Masih Ingatkah Kalian..?

Palembang, 5 Juni 2014.

Memasuki musim kampanye pemilu presiden, mulai banyak bertebaran di mana-mana. Dari pasangan dengan nomor urut 1 hingga pasangan nomor urut 2. Periode kali ini, calon hanya ada 2. Entah gimana periode sebelumnya, gue belom ngalamin karena ini kali pertama gue milih presiden.

Saturday, April 19, 2014

Happy Birthday..!

Palembang, 19 April 2014.

Ya. Kalian bertanya-tanya. Siapa yg ulang tahun. Bukan gue, juga bukan gebetan gue. Melainkan BLOG GUE.

Ya. Ini adalah hari jadi blog gue yg ke-2. Entah pastinya kapan, tapi gue memutuskan dihitung dari postingan pertama gue yg berjudul Overture dibuat, yakni tanggal 19 April 2012.

Gak nyangka udah 2 tahun gue ikutan dunia blogging. Dari artikel pertama, sampe sekarang, artikel ke empat puluh sekian. Dan tetap blog gue sepi viewers. Hahaha.

Monday, April 14, 2014

Bridge Across Forever

Ada sebuah jembatan yang terbuat dari cahaya, yang menghubungkan antara hidup dan mati, di mana ada bayangan berjalan di bawah sinar matahari dan cinta yang kandas berlari. Suatu hari, berdirilah seorang anak dan malaikat pada masing-masing sisi sungai ajaib yang tidak ada orang berani melewatinya. Dan ketika mereka melewatinya, permukaan air meninggi berusaha menghalangi mereka. Merekapun memalingkan mata mereka. Dan ketika air sungai itu turun, mereka membuat jembatan, yg menghubungkan hari ini dan hari esok.

Aku memiliki mimpi yang sama, tidak dalam hitam dan putih. Yang tidak pernah berakhir, yang selalu diawali di padang kejauhan dengan angin magenta, dan cintaku berdiri di seberang sungai ajaib yang tidak pernah dilewati orang. Mungkin suatu hari ketika jiwa kita terangkat dengan mata yang bersinar-sinar.

Kita akan bertemu kembali suatu hari di jembatan itu. Aku tau kita akan menemukan cara ke sana. Antara sekarang dan hari esok, terhubungkan oleh sebuah jembatan. Dan kita akan menemukan caranya ke sana.

========================

There's a bridge made of light that crosses between death and life, where shadows walk in the sun and desperate lovers run. One day a child and an angel stood on either side of a magic river that there was no crossing. But as they tried, the water began to rise, then they raised their eyes. And as the river fell away, they built a bridge across forever between tomorrow and today. There is a bridge across forever.

I've had this dream all my life that doesn't live in black and white. It has no end, it just begins in distant sands and magenta winds, and my love she is standing by the side of a magic river that there is no crossing. Maybe someday when our spirits begins to rise and light fills our eyes.

We will meet again someday on the bridge across forever. I know that we will find our way to the bridge across forever. Between tomorrow and today, there is a bridge across forever. I know that we will find our way to the bridge across forever.

Tuesday, April 1, 2014

Malselan (Malem Selasa'an) a'la Laponta

Palembang, 1 April 2014.

Sesuai judul, teman sejati adalah segalanya (???). Cuman teman sejati yang bisa bikin kamu lupa diri. Well, dalam artian positif.

Oke. Ceritanya begini. Kemaren (31 Maret 2014), seperti biasa, Kuartet Laponta keluar malam. Tujuan kali ini adalah Palembang Square, dengan pengundang si Ridho. Disuruh selepas maghrib di tempat, jam setengah 9 kurang baru tiba di tujuan. Biasa, jam kolor. Oke. singkat cerita, di situ kita makan sampe jam sepuluh kurang.

Setelah makan, gue baru inget kalo kunci motor ketinggalan di motor. Bingsal..? Jelas. Mau bilang apa gue ke ortu kalo motor gue ilang..? Kunci ketinggalan..? Untungnya kunci gue sempat diamankan oleh petugas setempat, jadi motor gue gak jadi ilang.

Di sini kegilaan bermula. Dengan uang pas-pasan, kita berempat nekat berangkat ke Dunkin' Donuts di bilangan Demang Lebar Daun. Dengan modal Rp 10.000 tiap orang, didapatlah segelas iced coffee. Tanpa malu, naik ke atas, duduk di bangku sofa, dan main kartu. Ya, kartu, kartu remi tepatnya. Entah apa yang sempat terpikir oleh para pengunjung Dunkin' Donuts yg lain begitu melihat kami datang dengan 1gelas iced coffee yang diminum berempat. Well, rogoh-rogoh kantong, gue nemu another ten thousands rupiahs. Dikumpulin, dapatlah IDR 33,000. Langsung pesan iced lemon tea 2. Lumayan. Hehehe.

Di sini Ridho mulai bercerita tentang kepindahan tugasnya ke daerah Bangko, Jambi. Ya, itulah resiko bekerja di instansi pemerintahan. Kita harus siap ditempatkan di mana saja. So long, buddy. We're gonna miss ya. Terlepas dari ini April Mop atau bukan, yang jelas dia bilang begitu.

Malam itu, seperti malam biasa ketika kami berkumpul. Dengan duit seadanya, yang bahkan bisa dibilang minim, kami berhasil membuat malam terasa begitu meriah. Hanya dengan 3 gelas minuman, 4 orang sahabat menghiasi gelapnya malam dengan tawa. Ya, inilah kami. Kami tidak mempermasalahkan uang, bukan berarti kami kaya, tetapi dengan uang seadanya kami bisa membuat sesuatu terasa begitu mewah.

Dan memang kami pantang pulang sebelum hari berganti. Tepat pukul 00.00 (1 April 2014) kami turun dari lantai atas Dunkin' Donuts, mampir sebentar ke toilet, dan sempat bercanda di dalam toilet. Dan kemudian menuju parkiran motor. Sempat berpamitan sebentar sama Ridho, dan langsung pulang karena memang kondisi gue udah ngantuk parah dan mesti ngerjain tugas pagi-pagi nanti. So, and off we go. Safe and sound.

Sekian tahun gue temenan sama mereka yang gue sebut Laponta family, meski pisah kuliah, gue salut karena masih bisa solid. Setiap ketemu, serasa gak ada yg berubah. Ada yg berubah, tapi gak banyak. Satu lagi, dengan dana minim, kita masih bisa tertawa lepas. Modal air mineral gelas, dan lilin sebatang, serta kartu 2 pak, kita masih bisa berbagi kebahagiaan.

This House Is Not For Sale Review: II. Track by Track (Reg)

Jakarta, 18 Mei 2017 Jarak antara Part satu  dan Part dua lumayan jauh. Yaaaaa.... gimana lagi. Sibuk sih. Pergi pagi pulang malam te...