Showing posts with label bon jovi. Show all posts
Showing posts with label bon jovi. Show all posts

Thursday, May 18, 2017

This House Is Not For Sale Review: II. Track by Track (Reg)

Jakarta, 18 Mei 2017


Jarak antara Part satu  dan Part dua lumayan jauh. Yaaaaa.... gimana lagi. Sibuk sih. Pergi pagi pulang malam terus. Jadinya baru sempet sekarang nih. Nyolong-nyolong waktu. :p


Oke, back to topic. Yang akan gue bahas kali ini adalah isi daripada album itu sendiri. Isi di sini yaitu musiknya, lagu-lagunya, nuansanya. 

Tuesday, November 22, 2016

This House Is Not For Sale Review: I. Fisik

Palembang, 22 November 2016

Selesai sudah penantian yang begitu lama. Lebih kurang satu tahun seperempat pasca keluarnya "fans album" Burning Bridges, mereka mengeluarkan satu album studio berjudul THIS HOUSE IS NOT FOR SALE. Melalui pre-order yang diadakan oleh salah satu admin komunitas Bon Jovi Fans Club Indonesia (BJFCI; click to visit), akhirnya CD terbaru mereka bisa gue dapatkan.

Tuesday, February 25, 2014

Dream Theater..? Why Not..?

Oke. Kali ini gue mau share ke kalian kenapa gue suka banget sama Dream Theater.

Awalnya, gue itu penggemar Bon Jovi. Semi fanatik lah, karena gue belom sampe koleksi pernak-pernik berbau Bon Jovi. Dan di mindset gue tertanam kalau band paling bagus itu Bon Jovi. Dan gue tambah kagum sama tuh band pas baca postingan kalo Richie Sambora nolak buat ikut tur G3 (buat gitaris, pasti tau G3, buat yg gak tau bisa klik di sini). Di saat itu, gue udah tau Dream Theater, gue tau mereka band legenda di mana semua personilnya itu profesor di bidangnya. Cuman gue gak tau lagu-lagunya apa. Dan gue menganggap Dream Theater itu band aliran keras sebangsa black metal atau death metal gitu. Dan gara-gara itu gue menutup telinga buat mereka.

Pernah suatu saat gue iseng-iseng lagi pengen dengerin lagu-lagu artis lain seperti Foo Fighters, Rush, dll. Iseng download compilation Dream Theater yg The Greatest Hit (...And 21 Other Pretty Cool Songs). Gue play yang disc 2, Light Side. Di situ gue kaget, mereka gak seperti yang gue bayangkan. Lagu-lagu ballad khas Dream Theater, gampang diterima, terdengar simpel namun tetap dengan khas kerumitan mereka. Dan dengan deg-degan plus penasaran, gue denger yang disc 1, Dark Side. Semakin terkesima. Well, itulah fall in love at the first hearing.

Bagi kebanyakan orang, mungkin sulit menerima musik jenis ini. Pertama denger ya mungkin memang terkesan urakan, gedumbrengan, dll. Tapi coba deh, luangkan waktu untuk mendengarkan dengan seksama, take time to listen, not just hearing.

Dan ini beberapa alasan gue suka sama lagu-lagu mereka:

Lirik
Dari segi lirik, siapa sangka band beraliran progressive metal ini punya lirik yang bisa bikin kita tercengang..? Yang kita tau, band-band metal liriknya amburadul, kasar, dll. Tapi Dream Theater jauh dari kesan itu. Liriknya rapi, dan bahkan bisa dibilang puitis.

"Tell me, remind me, chasing water racing from the sky. Always beside me, taste the memory running from my eyes. Nervous flashlights scan my dreams, liquid shadows silence their screams. I smile at the moon chasing water from the sky. I argue with the cloud stealing beauty from my eyes" (Under A Glass Moon), atau

"I need to live light like some people never will, so find me kindness, find me beauty, find me truth." (Learning To Live).

Skill
Kayak yang gue bilang, mereka adalah profesor di bidang masing-masing. John Petrucci, John Myung, Jordan Rudess, James LaBrie, Mike Mangini, Mike Portnoy, Kevin Moore, dan Derek Sherinian.

Gak bisa dijelasin satu per satu, dengarkan bagaimana permainan mereka mempengaruhi suasana lagu. The Great Debate dan Blind Faith contohnya. Selama lagu tersebut, kita dihibur dengan suara-suara yang gak biasa dalam sebuah lagu. Namun tetap menakjubkan.

Teknik Pengemasan Lagu
Detil gak mereka tinggalkan begitu saja. Sebagai band legendaris, mereka sangat memperhatikan detail. Di dalam lagu-lagu mereka sering kali terselip lagu-lagu mereka yang lain, entah itu lirik, nada, dsb. Pada lagu Learning To Live contohnya, ada bagian lagu Wait For Sleep di bagian solonya. Atau kalo mau bener-bener nyari, ada banyak di album Awake dan Octavarium.

Terus, fading kiri dan kanan juga bisa dinikmati jika menggunakan stereo speaker. Contoh: The Great Debate. Bagian pertama yg pro, suara terdengar dari speaker sebelah kanan, sedangkan bagian kontra yg kedua terdengar dari kiri.

Feeling dan Durasi
Soal durasi, 10 menit sudah biasa buat mereka. Meski ada beberapa lagu mereka yang juga memiliki durasi standar lagu-lagu band reguler (3-6 menit). Tapi, buat mereka 6 menit itu bisa berarti intro. Lagu terpanjang mereka berdurasi 42 menit, judulnya Six Degrees of Inner Turbulence. Menceritakan tentang beberapa jenis kelainan mental. Atau Octavarium dan A Change of Seasons yg berdurasi 24 menit.

Membosankan..? Justru enggak. Dalam 24 atau 42 menit itu mereka mengemas musik sedemikian mungkin sehingga pendengar tidak merasa bosan. Lagu dibagi mejadi 8 part pada Six Degress (Overture, About To Crash, War Inside My Head, The Test That Stumped Them All, Goodnight Kiss, Solitary Shell, About To Crash (Reprise), dan Losing time/Grand Finale), dan di setiap part, suasana musik berbeda. Pergeseran suasana juga dilakukan dengan sempurna sehingga batas setiap part hampir tidak dapat diketahui.

Berikut adalah beberapa lagu yang worth to hear:
  1. The Spirit Carries On
  2. Goodnight Kiss
  3. Solitary Shell
  4. I Walk Beside You
  5. The Great Debate
  6. Blind Faith
  7. Under A Glass Moon
  8. Learning To Live
  9. Surrounded
  10. Metropolis Pt.1
  11. Strange Deja Vu
  12. Anna Lee
  13. Trials of Tears
  14. Finally Free
  15. Twelve Step Suite (The Glass Prison, This Dying Soul, The Root of All Evil, Repentance, dan The Shattered Fortress)
  16. The Count of Tuscany
  17. The Looking Glass
  18. Forsaken
  19. Constant Motion
  20. Prophet of Wars

Thursday, March 7, 2013

Because We Can Make Another Good News

Maret 2013. Rasanya gak ada berentinya gue senyum sepanjangan minggu ini. Ada banyak kabar gembira yang gue terima bulan ini. Mungkin juga demikian bagi mereka penikmat musik rock era 80an.

Ada 2 (dua) kabar gembira utama yang gue terima minggu ini.
Pertama: Aerosmith bakal konser di Jakarta;
Kedua: Dalan beberapa hari lagi, Bon Jovi akan merilis album barunya.
Kenapa dibilang bahagia..?
Mari kita bahas satu persatu.

Yang pertama, konser Aerosmith di Jakarta.
Suatu hari (cie'elah) gue baca di Facebook, seorang temen Facebook gue berkata bahwa Aerosmith bakal mengadakan konser di Jakarta tanggal 11 Mei mendatang. Hal itu terus terang bikin gue kaget. Sebagai penggemar musik Aerosmith, gue tau bahwa band tersebut belum pernah datang ke Indonesia sebelumnya, dan tib-tiba gue dapet berita kalo mereka mau konser di sini. Ya jelas gue seneng lah. Tpi gue gak langsung percaya. Gue search di Google, masuk ke web Aeroforce One (nama fans Aerosmith), dan gue agak kecewa karena di situ belum tertera tanggal untuk konser di Jakarta. Kemudian, selang beberapa hari, gue baca berita di Kompas.com.
Nih, cuplikannya:
JAKARTA, KOMPAS.com -- Dyandra Entertainment, Ismaya Live, dan Sound Rhythm, tiga serangkai promotor yang akan memanggungkan Aerosmith di Jakarta, mengumumkan bahwa band rock legendaris dari AS itu akan tampil di Parkir Barat JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, 11 Mei 2013.
Konser band legendaris dari AS yang beranggota Steven Tyler (vokal), Joe Perry (gitar), Brad Whitford (gitar), Tom Hamilton (bas), dan Joey Kramer (drum) tersebut akan digelar sebagai bagian dari Aerosmith The Global Warming Tour.
"Akhirnya kami dari Dyandra, Ismaya, dan Sound Rhythm mendapatkan Aerosmith di 11 Mei 2013, yang akan manggung di JIExpo Kemayoran," kata Cherri Ibrahim, dari Dyandra Entertainment, dalam jumpa pers di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (6/3/2013).

Setelah itu, gue langsung cek di Aeroforce One, ini screenshotnya:
 Dan, sekarang gue musti nabung. Mulai sekarang, gue kudu ikut antri premium seperti yang lainnya, gak ada lagi pertamax. Jajan di kampus pun dikurangi. Usahakan pengeluaran seminim mungkin demi mencapai target tabunga Rp 1.500.000,00 untuk Mei nanti.

Nah, berita yang kedua adalah rilis album baru Bon Jovi. Mungkin yang udah deket sama gue tau banget kalo gue nge-fans banget (pake banget) sama band yang satu ini. Dari jaman umur gue 7 tahun (pas lagi booming lagu It's My Life).

Pada bulan Maret ini, Bon Jovi akan merilis sebuah album baru berjudul What About Now.
Album ini berisikan 12 lagu baru plus 3 lagu bonus.
Daftar lagu-lagunya adalah:

  1. Because We Can
  2. I'm With You
  3. What About Now
  4. Pictures of You
  5. Amen
  6. That's What The Water Made Me
  7. What's Left of Me
  8. Army of One
  9. Thick As Thieves
  10. Beautiful World
  11. Room At The End of The World
  12. The Fighter
  13. These Two Hands (Bonus)
  14. Into The Echo (Bonus)
  15. Not Running Anymore (Bonus)
Dari keseluruhan 15 lagu tersebut, single pertama telah dirilis sebelumnya, yakni lagu berjudul Because We Can, bahkan sudah dibuat video klipnya.
Nih, kalo mau lihat video klipnya,



Daaaan, yang mengejutkan, Indonesia dapat jatah rilis perdana pada tanggal 11 Maret 2013 nanti. Ya, 11 Maret. Ini buktinya kalo gak percaya.


Seperti yang kita lihat, di websitenya, ada 5 tanggal perilisan album tersebut; yakni 8 Maret, 11 maret, 12 Maret, 13 Maret, dan 15 Maret. Indonesia berada pada  urutan tanggal kedua, 11 Maret, sama seperti UK. Dan herannya lagi, tanggal rilis Indonesia mendahului tanggal rilis Amerika Serikat (12 Maret) dan Jepang (13 maret) karena seperti yang kita ketahui, biasanya Amerika Serikat dan Jepang memiliki hak istimewa untuk tanggal perilisan oleh banyak band berkaliber legenda. Tidak percaya..? Ini buktinya:

Apakah ini berarti kita mulai dilirik kembali oleh Bon Jovi..? Siapa yang tahu. Tapi, kalau ditilik lagi, sekitar 18 tahun yang lalu, tepatnya pada 1995, Bon Jovi mengadakan konser perdana mereka di Ancol yang bertajuk These Days World Tour. Banyak media memberitakan bahwa konser itu, meski bertatanan panggung "seadanya" untuk kelas band legenda seperti Bon Jovi, berlangsung sangat meriah, penonton ikut bernyanyi bersama, bahkan ada beberapa media yang menulis bahwa banyak yang rela datang melalui laut (karena Ancol letaknya di pinggir laut) karena kehabisan tiket konser. lantas, apakah dengan tanggal rilis akan berarti positif bagi Indonesia? Akankah mereka akan kembali mengadakan konser di sini..? Kita tunggu saja. dan kabarnya, kemarin-kemarin sudah ada beberapa promotor yang mencoba "membawa" Bon Jovi ke sini, salah satunya untuk acara besar Java Rockin Land, tapi ternyata gagal. Akankah ada keajaiban di tahun ini..? Kejutan apa lagikah yang ada di tahun ini..?

Sumber:

  1. http://entertainment.kompas.com/read/2013/03/06/1845550/11.Mei.2013.Konser.Aerosmith.di.Jakarta?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp
  2. http://www.aeroforceone.com/
  3. http://www.bonjovi.com/en/news/42504821759/announcing-what-about-now-new-album-due-out-in-march#.USZTJVqQcaA

Thursday, January 10, 2013

Keep 'Em Original pt.1: Cassettes

Dear, readers yang baik...
Kali ini gue mau share aja lah, share benda koleksi gue. Bukan maksud sombong sih, tapi kalo mau diartiin sombong juga gpp sih. Toh susah payah ini gue dapetinnya. Hehehe. :D

Mungkn ada yang udah tau ya. Gue kasih tau aja lah. Koleksi yang gue pajang di sini itu adalah kaset-kaset dan cd gue yang koleksi dari jaman gue kelas 2 SMP. Itu berarti sekitar tahun.....bentar...hmm...2007. Ya, 2007. Sekarang udah paling nggak masuk 5 tahun.

Kayak yang gue bilang tadi, semua ini gue kumpulin dengan susah payah. Dari tahan nggak jajan 1 bulan cuman buat ngumpulin duit sampe pulang naik bus (biasa angkot 2x jalan, bus cm 1x tapi musti jalan jauh dulu), dan lain sebagainya. Sempet kecewa, pas pertengahan kelas 1 atau 2 SMA ke tempat beli kaset n cd itu lagi, tapi ternyata udah tutup, mungkin kalah laku sama pedagang cd bajakan di emper2jalan. Nama toko itu kalo gak salah (berarti bener donk ya. Hehehe) namana Music Box. Mungkin kalo ada pembaca dari Palembang ada yang tau, lokasinya di deretan ruko Charitas, satu deret sama McD dan Hotel Anugerah (jangan di pisah). Masih inget banget, harga kasetnya Rp 25ribu. Tahan nabung sampe 150rb, sekali beli banyak jadi. Hehehe. Sejak itu, koleksi cd dan kaset gue sempet terhenti sekian tahun. Terakhir beli itu.....hmm.....album Lost Highway yang cd sama kaset.

Terus sekitar tahun 2012 koleksi nambah lagi. Bukan karena tokonya buka lagi, tapi karena gue waktu itu liburan ke Jakarta. Jalan berdua sama oom gue (gue cowok, bukan cewek, jadi jangan mikir yg enggak-enggak deh. Hahaha) ke Plasa apa lupa namanya ada kata-kata Senen, Atrium Senen, atau apa lah. Di situ nemu Disc Tarra, masuk ke situ, gak sengaja keliat album Greatest Hits nya Bon Jovi, nambah satu deh. Terus liburan berikutnya, di tempat yang sama, beli lagi A Dramatic Turn of Events nya Dream Theater. Dan semua itu hasil gue nabung.

Tanpa basa-basi lagi, gue kenalin nih satu per satu ya koleksi gue...
Tapi liat dulu overview nya:
Terpampang paling atas, album Lost Highway dari Bon Jovi.

Dan ini dia koleksi gue satu per satu.
Yang pertama itu adalah album debutnya Bon Jovi. Gue beli di Music Box seharga Rp 25ribu. Untuk semua jenis kaset harganya Rp 25rb. Itu original lho ya.
Nih penampakannya:
Dicepetin aja yah selanjutnya Slippery When Wet, New Jersey, Keep The Faith, Crossroad
Slippery When Wet
New Jersey
Keep The Faith

The Best of Bon Jovi - Crossroad
Terus ada juga lanjutannya, Destination Anywhere (Jon Bon Jovi), These Days, Crush, One Wild Night Live, Bounce, This Left Feels Right, Have A Nice Day, dan Lost Highway.


Crush
Bounce
Destination Anywhere (Jon Bon Jovi)
One Wild Night: Live From 1985-2001
This Left Feels Right
Have A Nice Day
Lost Highway
These Days

Mereka adalah koleksi-koleksi kaset gue yang gue peroleh dengan susah payah. Semua 100% original. Untuk musik, gue gak mau beli cd mp3 nya, karena menurut gue, hidup sebagai musisi itu lebih susah daripada hidup sebagai aktor/aktris. Selain itu, gimana musisi kita bisa maju kalo bukan dari kita..? Percaya deh, sebagai musisi, mereka akan berbuat yang lebih untuk penggemar mereka.

Selain itu, kalo punya cd/kaset/dvd mereka yang asli, rasanya gimana gitu. Kalo ada jumpa langsung dengan musisi yang bersangkutan kta nggak malu nyodorin cd atau kaset mereka yang original dibanding yang bajakan, dan gue yakin mereka akan lebih seneng menandatangani yang original.

Buat koleksi gue yang lain, tungguin ya di post gue selanjutnya.

See ya on the next post..!
:D

This House Is Not For Sale Review: II. Track by Track (Reg)

Jakarta, 18 Mei 2017 Jarak antara Part satu  dan Part dua lumayan jauh. Yaaaaa.... gimana lagi. Sibuk sih. Pergi pagi pulang malam te...