Tuesday, July 2, 2013

The Six Degrees Pt.3: Explanation

Well, setelah membaca artikel sebelumnya, kali ini datanglah artikel yang akan menjelaskan maksud dari lagu Six Degrees of Inner Turbulence.......satu per satu.



Oke, dimulai dari Overture.
Menurut kamus, Overture berarti musik pembuka. Ya, seperti musik pembuka lainnya, tidak mengandung arti khusus dalam lagu ini, hanya sebagai intro. Musik orkestra dipiih mereka sebagai intro, ini menambah kesan "wah" pada lagu tersebut.

Selanjutnya adalah About To Crash.
Lagu ini menceritakan seorang perempuan yang memiliki kelainan mental berupa bipolar. Bipolar merupakan kelainan mental yang mengacu pada perubahan suasana hati seseorang dari senang (mania) ke sedih (depresi) secara ekstrim, atau sebaliknya.
"She can't stop pacing, she never felt so alive, her thoughts are racing, set on overdrive" menandakan ketika ia sedang bahagia, dan kesedihan ekstremnya ditandai dengan "Then one day she woke up to find a perfect girl has lost her mind". Sedangkan untuk "He helplessly stands by, it's meaningless to try......" merupakan perwakilan perasaan dari sang ayah (diketahui dari "She was raised in a small midwestern town by a charming and eccentric loving father") ketika kelainan anaknya semakin bertambah buruk.

War Inside My Head bercerita tentang post-traumatic stress disorder (PTSD) yang biasa diderita oleh tentara yang pernah ikut berperang. Diceritakan di lagu ini seorang veteran perang Vietnam ("Napalm showers" merujuk ke perang Vietnam). Liriknya sendiri pun sudah menjelaskan keadaan perang yang dialaminya.

Yang keempat adalah The Test That Stumped Them All. Lagu ini menceritakan tentang skizofrenia,  gangguan kejiwaan dan kondisi medis yang mempengaruhi fungsi otak manusia, mempengaruhi fungsi normal kognitif, emosional dan tingkah laku.yang sering kali diikuti dengan delusi (keyakinan yang salah) dan halusinasi (persepsi tanpa ada rangsang pancaindra). "The boy is simply crazy / Suffering from delusion ... He lives in a world of fiction." lebih dari cukup untuk menunjukkan bahwa lagu ini memang menggambarkan seseorang yang menderita skizofrenia.



Kemudian ada Goodnight Kiss yang menceritakan tentang post-partum depression atau depresi pasca melahirkan. Depresi ini biasanya muncul ketika seseorang melahirkan, namun bayi yang dilahirkan tidak selamat ("Are you lonely without mommy's love..?" dan "I'm so lonely without baby's love"). Parahnya lagi, dalam lagu ini, penderita bukan hanya sekali mengalaminya, namun (setidaknya) dua kali.

"It's been five years to the day and my tainted blood's still the same. Can't help acting this way and those bastards doctors are gonna pay". Dijelaskan bahwa ia sudah dua kali kehilangan bayinya, dan itu (mungkin) karena kesalahan dokter yang menanganinya jika dilihat dari sisi penderita. Didukung juga oleh suara tawa pria dan tangis perempuan pada lagu untuk bagian ini.

Seolah tanpa terputus, lagu terus berlanjut ke bagian enam, Solitary Shell. Lagu ini bercerita tentang sindrom Asperger, yang merupakan salah satu gejala dari autisme. Namun, sindrom ini sendiri berbeda dengan autisme karena kemampuan linguistik dan kognitif para penderitanya yang relatif tidak mengalami penurunan, bahkan dengan IQ yang relatif tinggi atau rata-rata. Salah satu gejala sindrom ini adalah cenderung memiliki kesulitan untuk memahami bentuk-bentuk komunikasi non-verbal serta kata-kata yang memiliki banyak arti, juga cenderung mengurung diri ("He learned to walk and talk on time, but never care much to be held. And steadily he would decline into his solitary shell. As a boy he was considered somewhat odd, captured himself most of the time."). Pada bagian akhir lagu, diceritakan bahwa keluarganya mulai memintanya untuk terbuka ("When will he be led out of his solitary shell?").

Bagian ke tujuh, About To Crash (Reprise), merupakan lanjutan dari bagian sebelumnya, About To Crash. Pada bagian ini diceritakan bahwa dia sedang dalam keadaan mania ("I'm alive again, darkness far behind me. I'm invincible, despair will never find me. I feel strong, I've got a new sense of elation, boundless energy, euphoria fixation") namun tiba-tiba menjadi depresi ("Still it's hard just to get by, seems so meaningless to try when all I want to do is cry. Who would ever knew I felt so sad dst...")

Terakhir, adalah Losing Time/Grand Finale.
Pemberian garis miring tersebut sebenarnya mengartikan bahwa bagian ini ada 2 sub judul, yakni Losing Time  dan Grand Finale.

  1. Losing Time bercerita tentang gangguan mental identitas disasosiatf atau pemecah kepribadian, atau sering kita sebut dengan istilah alter ego. Lagu ini menunjukkan bahwa ia merasa ia bukanlah bagian dari hidupnya yang nantinya menyiratkan bahwa ia telah kehilangan waktu hidupnya. Dalam lagu ini juga diceritakan bagian tergepal dari penderita gangguan ini adalah ia membuat kepribadian alternatif untuk mengatasi segala masalah yang dideritanya ("She learned to detached from herself, a behavior that kept her alive" / Ia belajar untuk lepas dari dirinya, sebuah kebiasaan yang membuatnya tetap hidup).
  2. Grand Finale merupakan sebuah kesimpulan dari seluruh lagu, dibuat agar pendengar lebih memahami makna lagu. Deception of fame (The Test That Stumped Them All), vengeance of war (War Inside My Head), lives torn apart (Goodnight Kiss), losing oneself (Losing Time), spiraling down (About To Crash dan About To Crash (Reprise)), feeling the walls closing in (Solitary Shell). Ditutup dengan "A journey to find the answers inside of our elusive minds" (perjalanan untuk menemukan jawaban dari pemikiran kita yang sulit dipahami).

"Hope in the face of our human distress helps us to understands the turbulence deep inside that takes hopes of our lives.
Shame and disgrace over mental unrest keeps us from saving those we love, the grace within our hearts, and the sorrow in our soul."
Six Degrees of Inner Turbulence: VIII. Losing Time/Grand Finale by Dream Theater


Source:

The Six Degrees Pt.2: Lyric


I. OVERTURE
[instrumental]

II. ABOUT TO CRASH
She can't stop pacing
She never felt so alive
Her thoughts are racing
Set on overdrive

It takes a village
That she knows is true
They're expecting her
And she's got work to do

He helplessly stands by
It's meaningless to try
As he rubs his red-rimmed eyes
He says I've never seen her get this bad

Even though she seems so high
He knows that she can't fly
And when she falls out of the sky
He'll be standing by

She was raised in a small midwestern town
By a charming and eccentric loving father
She was praised as the perfect teenage girl
And everyone thought highly of her

And she tried everyday
With endless drive
To make the grade
Then one day
She woke up to find
The perfect girl
Had lost her mind

Once barely taking a break
Now she sleeps the days away
She helplessly stands by
It's meaningless to try
All she wants to do is cry
No one ever knew she was so sad

Cause even though she gets so high
And thinks that she can fly
She will fall out of the sky
But in the face of misery
She found hopefulness
Feeling better
She had weathered
This depression

Much to her advantage
She resumed her frantic pace
Boundless power
Midnight hour
She enjoyed the race

III. WAR INSIDE MY HEAD
Napalm showers
Showed the cowards
We weren't there to mess around

Through heat exhaustion
And mind distortion
A military victory mounted on innocent ground

Hearing voices from miles away...
(Saying things never said)
Seeing shadows in the light of the day...
(Waging a war inside my head)

Years and years of
Bloodshed and warfare
Our mission was only to get in and kill

A free vacation
Of palmtrees and shrapnel
Trading innocence for permanent psychotic hell

Hearing voices from miles away...
(Saying things never said)
Seeing shadows in the light of the day...
(Waging a war inside my head)

Feeling strangers staring my way...
(Reading minds never read)
Tasting danger with each word I say...
(Waging a war inside my...)

IV. THE TEST THAT STUMPED THEM ALL
Standing in the darkness
Waiting for the light
The smell of pure adrenaline
Burning in the night

Random blinding flashes
Aiming at the stage
Intro tape begins to roll
Igniting sonic rage

Still they keep me between these hollow walls
Hoping to find in me the answers to the test that stumped them all

The boy is simply crazy
(Suffering from delusions)
We honestly think that maybe
(He might need an institution)

He lives in a world of fiction
(And really could use some help)
We have just the place to fix him
To save him from himself

Curled up in the darkness
Searching for the light
The smell of stale sweat and shit
Streaming through the night

Random urine testing
Pills red, pink and blue
Counseling and therapy
Providing not a clue

Still they keep me between these hollow walls
Hoping to find in me the answers to the test that stumped them all

We can't seem to find the answers
(He seemed such a clear cut case)
We cannot just let him leave here
(And put all this work to waste)

Why don't we try shock treatment
(It really might do some help)
We have just the tools to fix him
To save him from himself

V. GOODNIGHT KISS
Goodnight kiss in your nightgown
Lavender in your bed
So innocent as you lie down
Sweet dreams that run through your head

Are you lonely without Mommy's love?
I want you to know I'd die for that moment
You're just a poor girl
Afraid of this cruel world
Taken away from it all

It's been 5 years to the day and
My tainted blood's still the same
I can't help acting this way and
Those bastard doctors are gonna pay

I'm so lonely without baby's love
I want you to know I'd die for one more moment
I'm just a poor girl
Afraid of this cruel world
Taken away from it all

VI. SOLITARY SHELL
He seemed no different from the rest
Just a healthy normal boy
His mama always did her best
And he was daddy's pride and joy

He learned to walk and talk on time
But never cared much to be held
And steadily he would decline
Into his solitary shell

As a boy he was considered somewhat odd
Kept to himself most of the time
He would daydream in and out of his own world
But in every other way he was fine

He's a Monday morning lunatic
Disturbed from time to time
Lost within himself
In his solitary shell

A temporary catatonic
Madman on occasion
When will he break out
Of his solitary shell

He struggled to get through his day
He was helplessly behind
He poured himself onto the page
Writing for hours at a time

As a man he was a danger to himself
Fearful and sad most of the time
He was drifting in and out of sanity
But in every other way he was fine

He's a Monday morning lunatic
Disturbed from time to time
Lost within himself
In his solitary shell

A momentary maniac
With casual delusions
When will he be let out
Of his solitary shell

VII. ABOUT TO CRASH (REPRISE)
I'm alive again
The darkness far behind me
I'm invincible
Despair will never find me

I feel strong
I've got a new sense of elation
Boundless energy
Euphoria fixation

Still it's hard to just get by
It seems so meaningless to try
When all I want to do is cry
Who would ever know I felt so sad

Even though I get so high
I know that I will never fly
And when I fall out of the sky
Who'll be standing by..?

Will you be standing by..?

VIII. LOSING TIME/GRAND FINALE
She dresses in black everyday
She keeps her hair simple and plain
She never wears makeup
But no one would care if she did anyway

She doesn't recall yesterday
Faces seem twisted and strange
But she always wakes up
Only to find she'd been miles away

Absence of awareness
Losing time
A lapse of perception
Losing time

Wanting to escape
She had created a way to survive
She learned to detach from herself
A behavior that kept her alive

Hope in the face of our human distress
Helps us to understand the turbulence deep inside that takes hold of our lives

Shame and disgrace over mental unrest
Keeps us from saving those we love, the grace within our hearts, and the sorrow in our souls

Deception of fame
Vengeance of war
Lives torn apart
Losing oneself
Spiraling down
Feeling the walls closing in

A journey to find the answers inside of our illusive mind...


Sunday, June 23, 2013

The Six Degrees Pt.1: Introduction

Sesuai judul, yang akan dibahas kali ini adalah salah satu lagu terpanjang di dunia, yakni Six Degrees of Inner Turbulence, yang diciptakan oleh sekelompok musisi ber-skill bernama Dream Theater.



Kenapa dibilang terpanjang?
Itu karena lagu ini memiliki durasi keseluruhan mencapai 42 menit, lebih tepatnya 42:04 (42 menit 04 detik; Wikipedia). Entah apa yang ada di benak mereka ketika membuat lagu ini. Dan yang membuat bingung adalah yang dibuat terlebih dahulu, apakah musik, ataukah liriknya; kalau musiknya, apakah riff gitar ataukah tabulatur drum; hanya mereka yang tahu.

Dengan durasi 42 menit, album Six Degrees of Inner Turbulence (ya, sama seoerti judul lagunya) membutuhkan 2 cd untuk satu album. Cd pertama berisikan 5 lagu, yakni The Glass Prison, Blind Faith, Misunderstood, The Great Debate, dan Disappear. Sedangkan untuk lagu Six Degrees of Inner Turbulence itu sendiri, membutuhkan space FULL 1 cd.

Yang unik dari lagu ini adalah meski durasinya yang panjang, tapi tetap tidak bosan untuk didengarkan karena mereka selalu bisa mengganti suasana lagu tersebut untuk setiap bagiannya.

Lagu ini memiliki satu tema yakni 6 jenis kelainan mental (mental disorder), yakni:
  • Bipolar Disorder (kepribadian ganda);
  • Post-traumatic Stress Disorder (Stress pasca trauma)
  • Schizophrenia
  • Autism (Autisme)
  • Dissociative Identity Disorder (Pemecah kepribadian)
  • Post-partum Depression


Untuk bagiannya sendiri, lagu ini memiliki 8 bagian, yakni:
  • I. Overture
  • II. About To Crash
  • III. War Inside My Head
  • IV. The Test That Stumped Them All
  • V. Goodnight Kiss
  • VI. Solitary Shell
  • VII. About To Crash (Reprise)
  • VIII. Losing Time/Grand Finale
Selain itu, ketukan yang berubah juga tidak membuat lagu ini terasa bosan.

Well, kalo mau tau lagunya, bisa di denger di sini:

Untuk penjelasan tiap part lagunya, ada di artikel berikutnya...
Stay tune...

Friday, May 24, 2013

Paradoks Kebebasan (dan Merdeka)

24 Mei 2013.

Oke. Kali ini gue mau bikin artikel yang sedikit serius. Artikelnya adalah tentang paradoks kebebasan. Untuk itu, mungkin kata-kata "gue" seperti pada artikel-artikel sebelumnya diganti dengan "saya" agar terlihat lebih profesional. Hahaha.

Yang pertama kali kita bahas adalah pengertian dari paradoks itu sendiri. Berdasarkan penjelasan Wikipedia, paradoks dapat disimpulkan sebagai berikut:
Suatu situasi yang timbul dari sejumlah premis (apa yang dianggap benar sebagai landasan kesimpulan kemudian; dasar pemikiran; alasan; (2) asumsi; (3) kalimat atau proposisi yg dijadikan dasar penarikan kesimpulan di dl logika), yang diakui kebenarannya yang bertolak dari suatu pernyataan dan akan tiba pada suatu konflik atau kontradiksi.
Contohnya adalah pada pernyataan berikut:

"Epimenides si orang Kreta mengatakan bahwa semua orang Kreta adalah pembohong"

Dari pernyataan tersebut, akan didapatkan beberapa premis yang mengarah kepada dua konklusi yang benar-benar berbeda. Premis tersebut adalah:
  • Jika apa yang dikatakan Epimenides benar, ia bukan pembohong
  • Jika Epimenides bukan pembohong, apa yang dikatakannya tidak benar (karena ia orang Kreta dan semua orang Kreta adalah pembohong)
  • Jika apa yang dikatakannya tidak benar, ia bukan pembohong
Maka, akan didapat dua konklusi dari premis-premis tersebut.

KONKLUSI PERTAMA:
  • Jadi, ia adalah pembohong dan bukan orang jujur.
  • Jika yang dikatakan Epimenides tidak benar, ia adalah pembohong.
  • Jika ia pembohong, apa yang dikatakannya tidak benar.
  • Jika apa yang dikatakannya tidak benar, itu berarti bahwa ia adalah orang jujur.
KONKLUSI KEDUA:
  • Epimenides adalah orang jujur dan bukan pembohong.
Dari jawaban tersebut, dapat disimpulkan bahwa pernyataan tadi secara serentak mengandung kebenaran dan kebohongan.

Untuk mempermudahnya, dapat melihat gambar berikut:
Inilah paradoks secara sederhana.

Yang kedua adalah kebebasan. Berdasarkan Wikipedia (lagi), kebebasan adalah kondisi dimana individu memiliki kemampuan untuk bertindak sesuai dengan keinginannya. Sedangkan merdeka adalah (1) saat di mana sebuah negara meraih hak kendali penuh atas seluruh wilayah bagian negaranya; dan (2) saat di mana seseorang mendapatkan hak untuk mengendalikan dirinya sendiri tanpa campur tangan orang lain dan atau tidak bergantung pada orang lain lagi.

Lantas, apa hubungannya antara paradoks dan kebebasan? Kebebasan, sebenarnya tidak boleh memiliki arti, sama halnya seperti kata "merdeka". Karena, jika mereka diberi arti, maka apakah mereka akan bebas?

Untuk simpelnya, kita lihat pengertian kebebasan di atas. Dari pengertian kebebasan di atas, maka saya boleh memaknai kebabasan sesuka saya. Saya bebas bertindak, dan tindakan saya adalah mengartikan kebebasan secara bebas. Namun, itu tidak bisa saya lakukan karena sudah "terkotakkan" oleh arti kebebasan tersebut.

Sedangkan untuk kemerdekaan, apakah patokannya adalah memegang kendali penuh serta terlepas dari penjajahan dsb, atau apakah patokannya kita bisa lepas dari orang lain? Karena pada kenyataannya, sebuah negara yang dikatakan merdeka, belum bisa merdeka sepenuhnya karena masih terjadi pemberontakan di dalamnya; atau karena pada kenyataannya kita tidak bisa terlepas dari orang lain (pada saat kita akan makan, memang kita masak sendiri, tapi peralatan memasaknya orang lain lah yang membuat).

Oke, sekian dari saya. Kalu mungkin menurut pembaca sekalian ada yang salah, ralat dari pembaca saya terima dengan lapang dada.

Referensi: Wikipedia

Tuesday, May 7, 2013

The Man Behind The Band: II. (Short) Stor(y/ies) of Me & The Players...and Their Kits

Agak susah ya bacanya..? hehehe. Gue bantu deh. Itu Bacanya "The man Behind The Band part two, Short (boleh dibaca boleh enggak) Story/Stories (pilih salah satu) of Me and The Players, and Their Kits".

Setelah kemaren dibahas tentang drum, maka kali ini gue mau ngebahas tentang asal mula gue bermain drum, kenapa gue main drum, dan siapa yang menjadi contoh dalam gue bermain drum.

Permulaannya, dimulai ketika gue masih mengenakan celana biru untuk menempuh kegiatan formal demi mengisi kekosongan yang ada di otak gue (baca: sekolah). Entah kelas berapa lupa, tapi kalo gak salah sih kelas 7 deh. Ketika itu pelajaran Kesenian, dan saat itu guru ybs tidak bisa hadir sehingga digantikan oleh Wakil Kepala Sekolah. Dan kami pun diajak ke Lab Kesenian (sekarang udah jadi Ruang Audio Visual). Di situ bu WaKa menyuruh salah satu dari kami duduk di throne (sebutan drummer untuk bangku pemain drum), dan waktu itu bukan gue sih, dan yang lain menyanyi lagu yang ditentukan. Setelah beberapa lagu, gue kan penasaran tuh, gue duduk di situ, rasanya aneh banget gimana gitu. Dari coba-coba di situlah gue semakin tertarik untuk main drum. Dari situ gue mulai latian dari untuk tidak menyingkronkan tangan dan kaki, dsb. Hingga sekarang, proses belajar itu tidak pernah berhenti.

Dan, buat yang bertanya-tanya, siapa yg menjadi influence gue dalam bermain, gue ada beberapa. Ini daftarnya. Yang gue buat di sini bukan dari ukuran skill yang mereka punya, melainkan dari ukuran gue sendiri yakni seberapa besar engaruh mereka dalam pengalaman drum gue.

TICO TORRES
Merupakan drummer dari sebuah band legendaris bernama Bon Jovi. Terlahir dengan nama Hector Samuel Juan Torres, pada 7 Oktober 1953 di New York. Tico merupakan murid dari Joe Morello, yang gak tau Joe Morello siapa, bisa search di Wiki. Tico sendiri beraliran jazz. Dan ia merupakan drummer pertama yang gue kenal. Ciri khasnya adalah pukulan yang memiliki power.

Kit yang dimiliki oleh Tico Torres era Have A Nice Day


THE REVEREND
Tentu sudah tidak asing lagi dengan yang satu ini. Jimmy Owen Sullivan atau yang biasa disebut The Rev, merupaakan drummer Avenged Sevenfold, dengan ciri khas "Double Ride Thing". Unfortunately, The Rev sudah meninggal Desember 2009 silam. #foREVer#



NB: Itu bukan The Rev


MIKE PORTNOY
Oke, kalo yang ini gak tau kebangetan. Merupakan mantan drummer dari sebuah mega band Dream Theater, pengganti sementara Avenged Sevenfold setelah The Rev meninggal dan sebelum Avenged Sevenfold merekrut Arin Ilejay. Dan menurut kabar sekarang bermain di Adrenaline Mob. Memiliki beberapa kit utama seperti Siamese Monster, Purple Monster, Albino Monster, Black & Silver Monster, dan Mirage Monster. Semua set (kecuali Purple Monster) merupakan gabungan dari 2 set drum, Albino Monster marupakan drum kit dengan cak dasar berwarna putih, sementara Albino Monster merupakan kit yang terbuat dari bahan acrylic.



Albino Monster

Albino Monster

Albino Monster

 Black & Silver Monster

Mirage Monster (depan)

Mirage Monster (belakang)

Purple Monster (depan)

Purple Monster (belakang)

Siamese Monster

Siamese Monster

Tiga drummer di atas adalah drummer favorit gue, sekaligus yg bikin gue semangat main drum. Di luar itu, masih banyak sih sebenernya, seperti Phil Collins (Genesis), Mike Mangini (Dream Theater), James Kottak (Scorpions), Neil Peart (Rush), dll, tapi porsinya sedikit dibanding ketiga di atas.

Kalo kalian..?

Monday, May 6, 2013

The Man Behind The Band: I. Introduction, Deep Introduction

Oke. Kali ini gue mau kasih tulisan tentang mereka yg mengilhami gue untuk berada di belakang sebuah band. Buat yang gak tau, postingan kali ini adalah tentang mereka yang berperan sebagai drumer di sebuah band, dan tentunya drummer favorit gue lah.

Pertama-tama, drummer adalah orang yang bertugas memainkan drum pada sebuah kelompok musik. Fungsi drummer pada umumnya adalah untuk menjaga tempo lagu, namun seiring perkembangan jaman, tak sedikit drummer yang mulai menambahkan beberapa efek elektronik pada kit mereka agar dapat menghasilkan bunyi-bunyian yang unik untuk menambah kesanw ah pada lagu, namun tidak terlepas dari fungsi utama mereka sebagai penjaga tempo lagu.

Ada pun alat yang mereka gunakan, terdiri dari beberapa bagian yang membentuk sebuah drum kit. Drum kit sendiri memiliki definisi sebagai suatu kesatuan dari beberapa jenis drum, alat perkusi, dan simbal yang dibentuk sekian rupa sehingga dapat dimainkan oleh satu orang. Ada banyak perusahaan produsen drum, seperti Tama, Pearl, Yamaha, DW, Sonor, dan masih banyak lagi. Drum kit standar dapat dilihat pada gambar di bawah ini:
Berikut penjelasan dari tiap-tiap bagian yang ditunjuk oleh nomor:
  1. Bass drum; merupakan instrumen drum dalam keluarga instrumen musik perkusi dengan diameter berukuran besar untuk menghasilkan suara dalam intonasi nada rendah (bass). Beberapa band besar seringkali menggunakan dua buah bass drum untuk menghasilkan bunyi yang unik, seringkali disebut double bass.
  2. Floor tom; merupakan tom-tom yang diletakkan dengan kaki penyangga, meski tidak menutup kemungkinan diletakkan pada stand simbal, menghasilkan intonasi nada paling rendah di antara tom-tom lainnya namun lebih tinggi dari bass.
  3. Snare drum; merupakan drum yang dilengkapi dengan beberapa baris tali senar (terbuat dari kabel baja, atau plastik) yang direntangkan secara melintang pada membran yang terdapat pada sisi sebelah bawah. Intonasi suara yang dihasilkan pun berbeda dengan suara pada tom-tom maupun bass drum.
  4. Hanging/racked/mounted toms; merupakan tom-tom yang diletakkan di posisi depan, tanpa menggunakan kaki, alias digantung.
  5. Hi-hat; terdiri dari dua simbal yang ditumpuk menjadi satu, berguna untuk menjaga tempo agar tetap selaras. Digunakan dalam dua kondisi, tertutup (menghasilkan bunyi "cek cek cek") dan terbuka (menghasilkan bunyi "cesk cesk cesk"; susah nulis bunyi)
  6. Crash cymbal; simbal yang memberikan suara crash atau keras (nyaring) ketika dipukul.
  7. Ride cymbal; simbal yang ketika dipukul menghasilkan bunyi "ting ting ting".
  8. Splash cymbal; bisa dibilang ukuran kecil nya crash cymbal, yang berarti juga dengan suara yg lebih rendah dari crash cymbal.
  9. China cymbal; merupakan simbal yang menghasilkan nada bersifat dark, crispy, trashy, dan explosive ketika dipukul.
Berikut adalah gambar dari masing masing komponen (urutan spt di atas):
Bass drum

Floor tom


Snare drum

Mounted tom

Hi-hat (posisi terbuka)

Crash cymbal (ukuran sekitar 14-16 inch)

Ride cymbal (ukuran sekitar 16-22 inch)

Splash cymbal (ukuran 6-10inch)

China cymbal

Berikut adalah gambar kesatuan yang membentuk sebuah drum kit:
Drum kit nampak depan. ada yg bisa nebak ini punya siapa..?

Dan ini yang terlihat jika kita ada di posisi drummer:
Dari stick, snare, desain kulit floor tom, ada yg tau ini kitnya siapa..?

Untuk memainkan alat musik ini, bisa dibilang gampang-gampang-susah. Kenapa? Gampang karena dimainkan dengan cara dipukul dan diinjak (khusus bass drum). Susah karena kita harus menjaga tempo ketika bermain alat musik jenis ini, belum lagi untuk penggunaan hi-hat, dan kepawaian kita dalam berimprovisasi dengan alat ini.

Untuk memainkannya, terdapat dua jenis utama alat-alat yang digunakan:
  1. Drum stick; dan
  2. Bass pedal.
Drum stick . Alat ini kita gunakan untuk memukul bagian drum di atas kecuali bass drum, dan umumnya terbuat dari kayu jenis hickory, atau maple. Namun seiring jaman, ada beberapa produsen stik drum yang membuat dari bahan kayu lain seperti kayu honje dan kayu sawo, bahkan ada juga stik drum yang berbahan non kayu seperti metal (lupa jenis metalnya). Untuk ukuran, terbagi atas ukuran 5A (terkecil), 5B, 7A, 7B, 2B (paling besar), dan N yang berarti bahan tip pada stik drum adalah nylon (cth: 5AN adalah stik berukuran 5A dengan bahan tip nylon). Untuk jenisnya, stik ada berbagai macam seperti wooden tip, nylon tip, brushes, mallet, timbale, synthetic, dll.

Macam-macam stik drum (nylon tip)


Pedal bass. Sesuai namanya, digunakan untuk membunyikan bass drum. Penggunaannya cukup dengan menginjak pada pijakan yang telah disediakan. Pedal sendiri ada dua jenis umum yakni single pedal dan double pedal. Untuk jelasnya, dapat dilihat pada gambar.
Single pedal (Sonor Perfect Balance, Jojo Mayer Signature)


Double pedal (Pearl Eliminator Demon Drive)

Oke. Sampe di sini post untuk ini. Nantikan post berikutnya tentang mereka yang menginspirasi gue buat bermain drum.

Sunday, May 5, 2013

Malam Minggu ver. Laponta FC (Quick... Quick... Quick... Busettt...)

HALO..!!!
Sudah lama gue gak nge-blog, dua mingguan lebih. Dan bagi beberapa pembaca yang mungkin ngeh, ada beberapa artikel yang sebelumnya ada ternyata sekarang udah gak ada. Bukan gue hide, tapi memang gue hapus karena butuh untuk direvisi lebih lanjut. Contohnya artikel tentang Laponta FC kemarin, Laponta FC: I - The Prologue, itu gue hapus dan sedang dalam revisi karena masih banyak yang perlu di edit mengingat ceritanya akan sangaaaaaat panajang. Jadi ya masuk draft dulu. Buat kru Laponta FC yang mungkin gak sabar sama ceritanya, mohon maaf, karena memang tersendat di situ.

Oke, cukup intermezzo nya, mari masuk ke topik utama, yakni tentang malam minggu ver. Laponta FC. Buat beberapa pembaca yang setia membaca blog ini dari awal mungkin merasa kayak pernah baca judul itu. Tapi ini beda. Yang kemarin itu judulnya Malam Sabtu ver. Laponta FC, yang sekarang itu Malam Minggu ver. Laponta FC. Tau kan..? Hehehe.

Gak seperti biasanya, kali ini kita berempat (ya, masih berempat; buat yg belom tau kami berempat siapa aja, bisa baca Malam Sabtu ver. Laponta FC) untuk ke sekian kalinya pergi malam mingguan (hang out lah istilah kerennya). Sebenernya sih gak tepat untuk dibilang malam mingguan, karena.............ya tau lah.

Berawal ketika gue lagi di kampus, sekitar jam 9an, dapet kabar kalau malam ini ada yg mau dibicarakan dan itu penting. Dan, sekitar jam 10an (jam pulang kampus), gue langsung meluncur ke rumah Rizky. Alhasil, gue ditodong PES 2013 yang susah untuk gue hindari. Cukup lama sih main, dari jam 11 sampai sekitar jam 3an. Hasil permainan, gak usah dibilang, gue menanggung malu. Gue hari itu main pake Barcelona FC, Real Madrid, Manchester United, Juventus FC, Classic Germany, dan Classic Italy. Biar kalian gak penasaran, nih gue kasih skor nya ya:
  • Barcelona FC 0 - 7 Bayern Munchen
  • Real Madrid 1 - 4 Borussia Dortmund
  • Manchester United 0 - 11 Chelsea FC
  • Juventus FC ??? - ??? ?????? FC (jujur, gue lupa ini gue ngelawan siapa, yg gue inget, gue kalah)
  • Cassic Germany 0 - 7 Classic Brazil
  • Classic Italy 3 - 4 Classic Netherland (di sini gue baru bisa sedikit mengembangkan sayap...sedikit)
  • Spain 0 - 9 Classic Netherland (hasil statistik menyatakan shot on target gue 0)
Ternyata emang gue gak bakat main PES 2013, dan thanks buat Pagliuca udah jaga gawang Italy setengah mati dari geberan Van Nistelrooy dan Van Basten. Dan, di sini gue gak ngejelek-jelekin tim yg gue pake, karena emang gue gak bisa main PES.

Oke, lanjut cerita, sekitar pukul 3 berenti main dengan maksud mencari makan dengan mengajak Uak atau Ridho, dan kami pilih Uak karena Ridho masih ada urusan. Setiba di rumah Uak, Ridho nelpon dan bla bla bla setelah gue mandi kami bertiga langsung ke rumah Ridho. Daaaaaaaan Ridho mengajak keluar dengan menggunakan mobilnya. Jreng jreng jreng. Dan Rizky bilang biar gue yg duduk di depan, Seketika, gue teringat kejadian kemarin, beberapa kejadian tepatnya, yang berkaitan dengan kursi depan mobil Ridho. Oke, dan cuuuus mobil pun berangkat ke rumah Rizky. Ya, rumah Rizky karena waktu itu dia bawa motor ke rumah Ridho, jadi sambil balikin motor gitu. Dan dapat kabar kalau rumah Uak tertimpa pohon kelapa. Jadi ya dengan semangat, kami ke rumah Uak.

Dan ketika sampai di lokasi, sebatang pohon kelapa terbujur melintang di garasi rumah Uak, yaris menghancurkan genteng. No pic = hoax..? Sorry, gue gak sempet foto, karena ini musibah. Jadi ya kami bantu2 motong batang tuh pohon dan mengembalikannya ke tempat semula.

Oke, sekitar jam setengah 6 kami baru benar-benar berangkat, dengan kondisi perut kosong (khususnya gue yang belum makan dari jam 6 pagi).

Dicepetin aja lah.

Sehabis makan di tempat langganan, seperti biasa, Ridho merajuk (mengambek, -red). Pertentangan 3 lawan 1, 3 suara untuk jalan-jalan setelah makan dan 1 suara untuk pulang (baca: Ridho). Dan seperti demokrasi, 1 suara tersebut kalah. Dan destinasi yang dituju adalah Kambang Iwak Family Park.

Seperti kota-kota lainnya, malam minggu identik dengan macet (bukan orang pacaran, maaf, kami sedikit sensitif dengan kata-kata tersebut), dan Kambang Iwak pun macet. Usut punya usut, di situ lagi digelar kejuaraan nasional Djarum Super MLD Slalom 2013. Yang kami lihat ketika itu adalah untuk kategori mobil tipe sejenis Toyota Yaris (gak tau kategori jadi sebutin merk aja). Ketika kami ikut menonton, sudah masuk babak finalis 15 besar, dan sedang di track adalah kontestan ke 5 dari 15 finalis tsb. Total waktu tercepat yang tercatat saat itu adalah 00:00:33.147 (33 detik 147 milidetik). Sempat ada hambatan ketika seorang kontestan tidak terhitung waktunya karena kesalahan teknis, stopwatch tidak mau nyala. Mobil demi mobil pun lewat, ketika 5 kontestan terakhir, waktu tersebut pun patah, menjadi 00:00:32.995. Dan ketika kontestan terakhir keluar, ia memegang waktu tercepat, 00:00:32.607. Sontak Kambang Iwak dipenuhi tepuk tangan meriah. Sialnya, gue lupa siapa yang menang, tapi gue sempet liat mobilnya, Yaris silver. pelat Jakarta, motif bercak hitam, bukan dari tim HRVRT, atau Jangkar. Kalo gak salah inget satu tim sama dokter gigi cuman lupa juga namanya.

Yep, selamat buat yang menang semalem. Kalo boleh, mobilnya buat gue aja ya. :P

Dan itulah kali pertama kami melihat kejuaraan slalom secara langsung, gak ada gambar karena di kerumunan gitu rawan kriminalitas.

Selesai dari situ, sekitar jam 10 kurang, langsung pulang, dan sampai di rumah dengan selamat pukul 10:30 malam. Mungkin kurang seru ya dari membaca ini tapi ada pepatah "Sekian banyak kata-kata terangkai seringkali masih tidak mampu melukiskan sesuatu yang sangat menakjubkan", dan itulah yang tekankan. Bukan berarti karena dari tulisan ini, malam minggu kali ini sama, tapi gue gak bisa merangkai kata-kata untuk melukiskan ketakjuban pertama kalinya gue liat kejuaraan slalom.
:D

This House Is Not For Sale Review: II. Track by Track (Reg)

Jakarta, 18 Mei 2017 Jarak antara Part satu  dan Part dua lumayan jauh. Yaaaaa.... gimana lagi. Sibuk sih. Pergi pagi pulang malam te...