Tuesday, September 15, 2015

Bon Jovi Live in Jakarta: A Brief Report

DAYS TO REMEMBER

Palembang, 14 September 2015

Masih terngiang suasana malam itu, gegap gempita empat puluh ribu lebih manusia yang berkumpul di satu tempat menyaksikan enam orang yang berusaha keras menyenangkan mereka. 





Sunday, July 19, 2015

BON JOVI Live at Gelora Bung Karno..!!!

Palembang, 19 Juli 2015

Rada telat sih. Cuman masih terbawa euphoria sampe sekarang.

Berawal dari isu-isu yang beredar dari bulan Maret kemarin, tentu kita semua bersikap skeptis karena tidak ada kabar langsung dari pihak manajemen terkait. Namun, kabar tak terduga datang saat awal-awal puasa, tepatnya 18 Juni 2015. Kabar langsung dinyatakan lewat Twitter resmi mereka. Berikut katanya

Wednesday, December 31, 2014

2014: My Best Year So Far

Palembang, 31 Desember 2014

Yep. Sebentar lagi ganti tahun nih. Dan seperti biasa, gue bikin posting-an yang berisi rekap kisah gue setaun ini.

Sesuai judul, tahun ini memang tahun terbaik yg pernah gue alamin. Gimana enggak, di sini kecintaan gue akan travel dan tanah air dimulai.

Tahun 2014 diawali dengan perjalanan pertama gue bersama temen-temen dari Lapo (gue, Rizky, Farid, Kris, dan Dini) ke Bandung. Perjalanan ini gue beri judul BDG 04 JNR. Selain ke Bandung, gue juga pergi ke Pagaralam bareng beberapa temen kelas (Didik, Dwi, Lina, Ecak, Anis, Indah). Dan perjalanan selanjutnya adalah ke Krakatau untuk mengikuti perayaan 17 Agustus di puncaknya.

Yang terbaik..? Jelas Krakatau. Di situ selain murah, kita dapat banyak. Snorkeling, renang, sunset, pantai, mendaki gunung, dll. Di samping itu, ini juga jadi pertama kalinya gue mendaki gunung. Capek, bro. Dan di sini juga gue liat Indonesia itu luas. Di bawah laut Indonesia, ada banyak keindahan yang tak terlihat dari atas. Di sini juga gue bisa ketemu beberapa temen baru yang sekarang entah bagaimana kabarnya.

Di luar trip, rasanya hidup gue standar, sama kayak tahun kemaren. Hahaha.

Oh iya, satu utang gue yang belum lunas: SKRIPSI
Semoga bisa selesai tahun besok.

Akhir kata, di penghujung tahun ini, saya ucapkan terima kasih kepada Tuhan saya, Yesus Kristus, karena sudah mengijinkan saya dan teman-teman saya untuk ikut serta dalam liburan tahun ini. Juga atas semua berkah yang saya terima di tahun ini, baik yang saya sadari dan yang saya tidak sadari.


Today is the last day of 2014. Farewell, 2014.
And Welcome 2015

Should auld acquaintance be forgot, and never brought to mind? Should auld acquaintance be forgot, and auld lang syne?
For auld lang syne, my dear, for auld lang syne. We’ll tak a cup o’ kindness yet, for auld lang syne.

Tuesday, October 28, 2014

Sumpah Pemuda dan Ekspektasi Negara untuk Pemuda-pemudanya

Palembang, 28 Oktober 2014.

Hari ini, seluruh rakyat Indonesia merayakan Hari Sumpah Pemuda. Peristiwa ini terjadi 86 tahun yang lalu pada rapat bertitel Kongres Pemuda II yang dilaksanakan selama 3 hari, yakni pada 26-28 Oktober 1928.

Monday, August 18, 2014

Secuil Kisah di Puncak Sang Anak Raksasa

Senin, 18 Agustus 2014.

Yep. Sehari setelah perjalanan trip yang melelahkan. Total perjalanan sekitar 4 hari. Kalo diitung-itung sih ya emang 4 hari (96 jam). Dimulai hari Jumat (15 Agustus 2014), dan berakhir hari Senin (18 Agustus 2014).

Oke. Sesuai judul. Yang gue ceritain di sini adalah upacara kecil-kecilan di puncak Gunung Anak Krakatau. Ya, kalian gak salah baca, Gn. Anak Krakatau. Serem..? Nggak sih. Buat gue nggak serem. Meski dulu pernah jebluk segede gambreng, gue dari dulu ngincer nih gunung lho. Sekian tahun pengen ke sini, akhirnya kesampean juga berkat Rafauili Trip yg ngadain pendakian ke situ.

Minggu pagi (17/8), tepatnya pukul 02:00 WIB kami dibangunkan oleh panitia untuk segera berangkat dari Pulau Sebesi ke Gn. Anak Krakatau. Alasan dibangunkan sepagi itu adalah untuk mengejar sunrise di puncak Krakatau dan menghindari keramaian di puncak karena notabene yang berangkat ke situ diperkirakan mencapai 800 orang total.

Setelah digonjang-ganjing ombak yang kata panitia itu "ombak biasa" selama 2 jam kalo gak salah itung, kami tiba di pantai Gunung Anak Krakatau. Begitu menjejak di pantainya, ada yang gue sadari, ini bukan pasir pantai, melainkan abu vulkanik. Karena lebih lembut daripada pasir pantai, dan berwarna hitam pekat. Masuk akal sih, karena memang gunung itu masih aktif.

Setelah semua keluar dari kapal, ada briefing sebentar dan berdoa agar pendakian berjalan lancar. Dan kami juga diberitahu agar tidak membuka jalur sendiri karena ada resiko tersesat menuju ke daerah untuk aliran lava dan jurang yang mengarah langsung ke laut.

Oke. Pendakian pun dimulai. Suasana gelap menyelimuti rombongan yang memasuki hutan. Sekitar 5 menitan, kami keluar dari hutan, dan langsung dihadapkan pada tanjakan berpasir gersang. Pasir, abu, dan batu-batu besar berserakan di sepanjang lereng pendakian. Kesulitan mendaki puncak terutama dikarenakan medannya yang berupa pasir vulkanik yang menyebabkan mudahnya terpeleset.

Setelah sekian banyak "pemberhentian" dan sekian menit pendakian, tibalah di puncak. Ternyata udah lumayan rame, sekitar setengah rombongan udah sampe. Gak lupa di foto dulu sama om Zax (kalo gak salah inget).

Setelah semua tiba di puncak, upacara kecil-kecilan pun dimulai. Dengan memberikan hormat kepada Sang Saka Merah Putih sambil menyanyikan lagu Indonesia Raya, upacara pun dimulai. Ada sedikit rasa haru begitu gue sampai di puncak. Ya, gue hampir gak percaya kalo gue akhirnya bisa ke sini, dan bisa sampe di puncaknya. Dan upacara itu juga bikin terharu.

Dirgahayu, Indonesiaku. 69 tahun sudah sejak pertama kali Soekarno mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia. 69 tahun sudah negeri yang cantik ini berdiri.

Selesai upacara, dilanjutkan acara foto-foto bersama. Banyak yang membawa bendera, dan berfoto dengan bendera yang mereka bawa. Namun sayang, banyak dari mereka yang masih memperlakukan bendera Indonesia dengan tidak hormat. Bagaimana bisa mencintai Indonesia namun memperlakukan bendera dengan sopan saja tidak bisa.

Selesai foto-foto, semua turun ke bawah untuk menikmati sarapan di pinggir pantai Gn. Anak Krakatau. Dan memang benar, begitu turun di bawah maupun dalam perjalana turun, banyak ditemui pengunjung dari Trip Organizer lain. Ternyata, sang anak raksasa ini masih dapat menarik minat banyak warga Indonesia.


"Negeri kita kaya, kaya, kaya-raya, Saudara-saudara. Berjiwa besarlah. Gali! Bekerja! Gali! Bekerja! Kita adalah satu tanah air yang paling cantik di dunia." (Soekarno, Semarang, 29 Juli 1956)

This trip was provided by Rafauli Trip.
Special thanks for Rafauli Trip for making my dream come true, for this amazing trip.

Kisah parjalanan selengkapnya: Secuil Kisah dari Selat Sunda

Thursday, August 7, 2014

Pembatasan BBM Bersubsidi..? Ini Plus Minusnya

Palembang, 7 Agustus 2014

Baru baca beberapa artikel tentang kenaikan bbm Bersubsidi (Bahan Bakar Minyak lho ya, bukan Blackberry Messenger). Ceritanya bbm bersubsidi nanti bakal dibatasi penjualannya. Dimulai dengan tidak dijualnya bbm bersubsidi di jalan tol, baik jenis Premium maupun Solar. Lanjut ke artikel lain, ada yg membatasi dengan kuota sekian liter per hari, ada yang membatasi dengan penjualan dari jam sekian hingga jam sekian. Terlepas dari mana yg benar, bbm bersubsidi sedang dibatasi tahun ini.

Sunday, June 22, 2014

Travelling..?

Palembang, 22 Juni 2014
“No one realizes how beautiful it is to travel until he comes home and rests his head on his old, familiar pillow.” – Lin Yutang
Sejak diputuskan untuk berlibur ke Lampung Selatan, tepatnya di Pulau Sebesi dan sekitarnya pada tanggal 15 Agustus nanti, gue lagi-lagi harus baca laporan perjalanan orang lain ke tempat itu. Ya, untuk berjaga-jaga tentunya. Belajar dari orang lain. Pahami bagaimana medan dan kondisi tempat yang dituju, bagaimana moda transortasinya, dan lain sebagainya.

This House Is Not For Sale Review: II. Track by Track (Reg)

Jakarta, 18 Mei 2017 Jarak antara Part satu  dan Part dua lumayan jauh. Yaaaaa.... gimana lagi. Sibuk sih. Pergi pagi pulang malam te...